Kepulan putih indah di awangan,
memayungi dari terik mentari;
kaulah pelindung,
dari terus membakar.
Bentuknya sukar ditafsir,
juga tidak tetap suatu waktu;
namun, ada keistimewaan di sebaliknya,
hanya perlu kaji lebih teliti.
Hadirnya di sana,
menghiasi ruang biru yang luas,
pasti terleka pabila merenungnya;
tenang, namun sayu mula terbit.
Keseriannya hanya sementara,
pudar warna suci,
kelam, suram pamer di udara;
gigil jiwa raga saat ia tiba,
basah kuyup membanjiri tubuh.
Gerombolan hitam menutup muka langit,
makin kencang amarahnya;
hanyut dan lemas dek perbuatannya,
namun, apa yang mampu dibuat,
hanya berdoa agar ia reda.
1.23 am
3 Jun 2010
Bilik yang sepi
memayungi dari terik mentari;
kaulah pelindung,
dari terus membakar.
Bentuknya sukar ditafsir,
juga tidak tetap suatu waktu;
namun, ada keistimewaan di sebaliknya,
hanya perlu kaji lebih teliti.
Hadirnya di sana,
menghiasi ruang biru yang luas,
pasti terleka pabila merenungnya;
tenang, namun sayu mula terbit.
Keseriannya hanya sementara,
pudar warna suci,
kelam, suram pamer di udara;
gigil jiwa raga saat ia tiba,
basah kuyup membanjiri tubuh.
Gerombolan hitam menutup muka langit,
makin kencang amarahnya;
hanyut dan lemas dek perbuatannya,
namun, apa yang mampu dibuat,
hanya berdoa agar ia reda.
1.23 am
3 Jun 2010
Bilik yang sepi

No comments:
Post a Comment