Pabila dia menghampiri
hati menjadi resah,
gundah-gulana.
Tiap saat yang berdetik
terlintas bayangannya
di dalam kepala.
Duduk tidak senang
tidur tidak lena
makan tetap cukup
gara-gara panggilannya.
Tidak kupinta kewujudannya
namun dia tetap hadir.
Mengapa?
Belaian mesra,
bermanja tiap waktu
itu kesukaannya.
Pasrah memenuhi pintaannya
di kala tersepit dengan desakannya.
Namun,
tiap kali dia hampir
buntu menyelubungi diriku.
12.28 am
23 Januari 2010
Di depan laptop
2 comments:
penuh makna tersirat betul..
ak sekali baca,x paham..
akan ku kaji lg..hehe~~
hahaha..tersiratkah???
x paham yek???huhuhu
kaji-kaji..jangan x kaji :p
Post a Comment